Konjen India Tawar Kerja Sama Undana
24/11/2017
article thumbnail

Konsulat Jenderal (Konjen) India menawarkan bantuan kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) guna mengembangkan proses belajar-mengajar dengan jalan meningkatkan kerjasama, terutama di bida [ ... ]


Mahasiswa Bagian dari Kekuatan Perubahan
24/11/2017
article thumbnail

Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta harus beradaptasi dengan tuntutan pergerakan civil society yakni menjadi elemen mahasiswa itu sendiri sebagai bagian dari kekuatan perubahan dan sek [ ... ]


Artikel Lainnya

Prof. Nyoman Mahayasa Dapatkan Dua Hak Paten

[undana.ac.id], sebagai universitas yang memiliki visi universitas berorientasi global dalam menyelenggarakan pendidikan menuju kelas dunia, sudah menjadi kewajiban bagi para dosen maupun mahasiswa Undana untuk aktif melakukan riset yang bermanfaat sebagai kontribusi kepada masyarakat. Ambisi Undana menjadi universitas riset harus dibuktikan dengan adanya hak paten sebagai salah satu indikatornya.

Salah satu dosen senior Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Dr.Ir. I Nyoman W. Mahayasa,MP sudah membuktikan kemampuannya dengan perolehan hak Paten atas temuan-temuannya. Tercatat hingga saat ini, dua hak paten atas namaya yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM yaitu, “Proses Pengolahan Buah Lontar Menjadi Dodol dengan Hasil Ikutannya” Nomor ID 0020394 (Bulan Desember 2007). Serta “Proses Perolehan Sari dari Serabut Buah Lontar (Borassus) yang Sudah Masak Digunakan Sebagai Sirup” tanggal penerimaan 15 Desember 2011 dengan Nomor Paten IDP000044836 dan tanggal pemberian, 01 Maret 2017. “Jadi masih ada lagi satu temuan yang sedang dalam proses pengajuan hak Paten, yaitu “Pembibitan Lontar dengan Teknik ‘MHS’ dengan Nomor Paten P.00201404101, stik serabut buah lontar P 00201507982 dan teknik penurunan kadar tarin (rasa pahit) pada pulp buah lontar (borasus) P.00201407037.

“Temuan ketiga ini sedang dalam proses pemeriksaan secara substantif melalui proses tahapan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sehingga saya yakin dalam waktu dekat saya akan mendapat tiga hak Paten temuan dalam penelitian saya pada tahun ini,” kata Prof. Nyoman Mahayasa.

Ia menjelaskan bahwa penelitian itu harus tepat guna, harus bisa diterapkan di masyarakat dan di industri, dan Undana sebagai universitas yang menaungi para peneliti harus bisa menjembatani hal ini. “Undana harus punya bagian penelitian dan pengembangan (Research & Development), selain lembaga penelitian yang akan menjembatani peneliti dengan masyarakat, ujar Profesor Nyoman Mahayasa. Ia menyayangkan bahwa tidak ada mekanisme pemasaran yang baik dari pihak universitas. Harusnya ada pengelolaan hak Paten secara proporsional, sehingga dapat memotivasi peneliti lain untuk terus berkarya,” kata Pembantu Dekan Bidang Akademik Faperta Undana itu. [David Sir, S.Sos.,M.Hum/Humas Ahli Madya Undana]