PaKu Undana Gelar Aksi Tolak Angket KPK
19/09/2017
article thumbnail

MENYIKAPI persoalan yang dirasakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, Pusat Anti Korupsi (PaKU) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi tolak hak angket Dewan Perwakilan Raky [ ... ]


MPR RI Lakukan Kajian Pendidikan dan Kebudayaan
15/09/2017
article thumbnail

Makalah Dosen Undana akan DibukukanDalam rangka melakukan kajian terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, khsusnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Pengkajian MPR RI bekerja [ ... ]


Artikel Lainnya

Dukung Pusat Keunggulan Lahan Kering Kepulauan

  • Undana Gelar Festival Tanaman Hias, Buah dan Kuliner

GUNA mendukung eksistensi pusat keunggulan (centre of excellence) Universitas Nusa Cendana (Undana) di bidang lahan kering kepulauan, Undana terus melakukan kegiatan untuk mendukung pusat keunggulan tersebut, salah satunya adalah dengan menggelar festifal tanaman hias, buah dan kuliner yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian dan Sekolah Lapangan Pertanian Lahan Kering Undana. Demikian disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D ketika membuka kegiatan tersebut di halaman UPT. Laboratorium Lapangan terpadu Lahan Kering Kepulauan Undana, Senin (20/6)

Ia mengapresiasi kegiatan tersebut, karena telah mendukung upaya Undana untuk memperkenalkan lahan kering kepulauan NTT ke dunia luar. “Sejak tahun 1982 sebenarnya Undana telah menetapkan Pola Ilmiah Pokok yaitu bidang pertanian. Namun, seiring berjalan waktu, maka konsentrasi kita bergeser ke lahan kering kepulauan. Sebab, jika kita menggunakan lahan pertanian saja, maka orang bidang peternakan, perikanan dan lainnya merasa pusat keunggulan ini hanya milik fakultas pertanian. Sehingga, kini kita menyebut pusat keunggulan lahan kering kepulauan,” tandasnya.

Undana Jangan Jadi Menara Gading Pembangunan

  • Undana Lepas 1.623 Mahasiswa KKN

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia, khsusnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), maka Perguruan Tinggi (PT), khsusnya Universitas Nusa Cendana (Undana) diharapkan tidak hanya menjadi menara gading pemabangunan, melainkan bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah. Hal ini dikatakan, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D ketika memberikan sambutan pada pembukaan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undana periode semester genap 2017 di aula Undana, Rabu (5/7).

“Undana tidak seharusnya hanya menjadi menara gading pembangunan, melainkan harus berkontribusi memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat,” tegasnya. Agar tidak menjadi menara gading, Undana terus berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada semua civitas akademika agar bisa memecahkan berbagai persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Bagi mahasiswa KKN Undana, Prof. Benu meminta agar bisa berkontribusi bagi pembangunan desa dengan terlibat dalam memecahkan persoalan di tengah masyarakat.

Rektor Lantik Dekan FKH Undana

TANGGAL 20 Juni lalu, bertempat di ruang lantai tiga, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) melantik dan mengambil sumpah Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Dr.drh.Maxs U.Sanam,M.Sc untuk periode kedua 2017-2020, dan sejumlah pembantu dekan, ketua dan sekretaris jurusan dan beberapa tenaga kependidikan yang turut dilantik untuk menduduki jabatan kasubag dan kabag.

Mereka yang dilantik adalah: Dr. Pius Bere, SH., M.Hum (Ketua Program Studi Ilmu Hukum), Drs. Yosep E. Jelahut, M.Si (Kejur Sosiologi), Dra. Balkis S. Tanof, M.Hum (Sekretaris Jurusan Sosiologi), Ike Septa F. Muktiawati, S.Si., M.Sc (Kejur Biologi), Dr. Agystinus Samium, MA (Kepro Bahasa Inggris, Program Pascasarjana/PPs), Dr. Basri K (Kepro Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, PPs), Drh. Diana Agustiani Wuri, M.Si, (Pembantu Dekan I FKH), Drh. Yulfia Nellymalik Selan, M.Sc (Pembantu Dekan II FKH), Don H. Kadja, SP., MP (Kabid Tata Ruang dan Analisis Spasial/Manajemen Sistem Informas UPT Lahan Kering), Ir. Agus Konda Malik, MS (Kepala UPT. Perpustakaan), Melkior Matulesi, S.Sos (Kabag TU UPT. Perpustakaan), Petrus Sila, SH (Kabag TU.Lemlit), Supardi, S.Sos (Kasubag Data Informasi Lemlit), Yane Ay, S.Pd., M.Pd (Kabag LPM), Oskar Naben, ST., M.Si (Kasubag Bagian Monev Keuangan BAUK), Eria Kuahati, SE (Kasubag Rutin Keuangan BAUK), Parwa Agoha, S.Kom, MM (Kasubag Perencanaan Bagian Perencanaan BAAKPSI), Daniel Mira Tade, S.Sos (Kasubag Mipin. Kemahasiswaan BAAKPSI), Elisabeth Pella, S.Sos (Kasubag Kepegawaian dan Keuangan Faperta) dan Merince Rihi, S.Sos (Kasubag Akademik Faperta).

Mahasiswa Harus Miliki Karakter Kebangsaan Nasional

Dalam upaya berkontribusi bagi kemajuan dan peradaban dunia dan bangsa Indonesia, maka generasi muda, khsusnya mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta harus memiliki karakter kebangsaan nasional. “Selama ini yang berkontribusi bagi peradaban dunia hanya peradaban Islam, Kristen, Hindu, Budha, China dan lainnya. Namun, kontribusi Indonesia terhadap peradaban dunia belum begitu nampak,” tandas Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika memberikan materi dihadapan 1.623 mahasiswa peserta KKN tahun periode semester genap 2017 di aula Undana, Rabu (6/7).

Dalam materinya tentang Perguruan Tinggi (PT), Pembangunan Karakter dan Kemajuan Bangsa ia menegaskan, satu-satunya peradadaban Indonesia yang mungkin akan terus eksis adalah keberagaman. “Pendiri bangsa kita, Bung Karno telah mengetahui peradaban bangsa ini berupa blended civilization (campuran peradaban/keanekaragaman-red), sehingga  jauh hari sebelumnya ia telah memikirkan dan menetapkan Pansasila sebagai dasar negara sewaktu di Ende, Flores, dan kita orang NTT harus memahami bahwa Pancasila adalah milik kita, sehingga kita patut ada di garda terdepan menjaga Pancasila dari rongrongan kaum radikal,” tegasnya.

Perlu SDM Pengelolaan Keuangan Desa

  • FEB Undana Gelar Seminar Nasional

DALAM rangka mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel, maka dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, kompeten dan jujur. Bila tidak, maka dana desa yang diperuntukkan bagi tiap desa yang mencapai Rp 2 miliar itu tidak mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Bahkan, bukan tidak mungkin hanya akan mendatangkan petaka bagi aparat desa dan masuyarakat. Demikian sari pendapat tiga narasumber yaitu Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr. Abdul Halim, M.BA, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKN STAN), Tanda Setia dalam seminar yang dipandu Dekan FEB, Dr. Oktovianus Nawa Pau di Hotel Swis Bellin Cristal, Jumat (16/6). Seminar dengan topik ‘Optimalisasi Pengelolaan Dana Desa Menuju Kemandirian Dewasa dalam Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Desa Yang Berorientasi Global’ tersebut digelar dalam rangka ‘Dies Natalis FEB Undana yang ke-IV tahun ini.

Prof. Dr. Abdul Halim, M.BA dalam materinya tentang ‘Pengelolaan Keuangan Desa: Tantangan dan Peluang dari Perspektif Manajemen dan Akuntansi Keuangan’ mengatakan, sejak akhir tahun 2014, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 9 triliun. Namun, pada kepemimpinan Jokowi di tahun pertama, anggaran desa kemudian ditingkatkan menjadi Rp Rp 20 triliun. Peningkatan dana tersebut, disebabkan pemotongan subsidi, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Peningkatan keuangan desa pada tahun ke dua naik sebesar Rp 49 triliun.

Teori dan Praktik Harus Jalan Seiring

  • Pelajar Dua SMK di Flotim Prakerin di LLTLKK Undana

Terobosan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk berkonsentrasi dalam bidang lahan kering kepulauan mulai menuai daya tarik. Berbagai pihak kini kepincut untuk melakukan kerjasama. Salah satunya adalah kerjasama yang dilakukan dengan pihak sekolah. Kerjasama dalam bentuk praktek kerja industri (prakerin) ini sudah dilakukan pada tahun lalu. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan prakerin. Salah satu sekolah yang tetap mengirim pelajarnya tahun ini adalah SMK Negeri 1 Sambi Rampas sebanyak 31 orang. Dan, untuk pertama kalinya SMK Negeri Elar Lampang, Flores Timur mengirim 18 pelajarnya mengikuti prakterin selama beberapa bulan di sekolah lapangan lahan kering kepualan Undana.

Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D ketika menyampaikan sambutan pada acara pembukaan prakerin dan pelepasan mahasiswa magang Undana, Selasa (4/7) diruang sekolah lapangan lahan kering Undana Penfui, mengatakan, untuk mengembangkan ilmu pendidikan dan teknologi, khsusnya di bidang lahan kering, maka antara teori dan praktik harus sejalan. Dalam menghadapi tantangan masa kini, tak hanya pada bidang vokasi saja, namun bidang-bidang lain pun harus terbiasa dengan melakukan praktik. Ia mengatakan, mahasiswa Undana patut bangga karena kini tempat praktik sudah tersedia.

Tegakkan Supremasi Hukum di Indonesia

DALAM rangka menegakkan supremasi hukum di Indonesia serta, khsusnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, maka Komisi Kejaksaan Republik Indonesia melakukan acara Focus Group Discussion dan Penandandatanganan Nota Kesepahaman Antar Komisi Kejaksaan Republik Indonesia dengan Fakultas Hukum Undana di lantai tiga Aston Hotel, Jumat (6/5). Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tersebut dilakukan oleh kedua pimpinan lembaga, yakni Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D dan Sekretaris Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, Dr. Barita L.H Simanjuntak, SH, MH.

Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D dalam sambutannya turut mengapresiasi kerjasama tersebut. Menurutnya, dalam setiap minggu Undana diminta pihak kejaksaan untuk menyediakan tenaga ahli. Karena itu, dalam rangka menghadapi status Undana yang baru, yakni Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU), maka semua kerjasama tersebut harus saling menguntungkan. “Pemerintah pusat tidak mau tertawan dengan keterbatasan budget (keuangan, red) sehigga Undana harus mandiri,” katanya. Karena itu, melalui kerjasama tersebut Rektor, Fred Benu memberi sinyal agar bisa menjadi sumber pendapatan bagi Undana melalui Fakultas Hukum.

Kunjungi Undana dan Beri Kuliah Umum

Akhir Mei lalu, DUTA Besar Uni Eropa (UE), Vincent GUÉREND melakukan kunjungan kerja di Universitas Nusa Cendana (Undana) sekaligus memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan dosen Undana di ruang teater lantai tiga Undana Penfui. Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan, UE merupakan sebuah organisasi antar pemerintah yang terdiri dari 28 negara eropa dengan sekitar 507,4 juta warga yang tinggal di batas wilayah. UE memiliki tiga lembaga utama yaitu: Pertama, Parlemen Eropa, yang mewakili negara UE dan dipilih langsung oleh UE. Kedua, Dewan UE, yang mewakili masing-masing negara anggota dan Ketiga, Komisi Eropa, yang berupaya menegakkan kepentingan UE secara keseluruhan.

Dubes Vincent Guerend mengatakan, Indonesia didorong agar meningkatkan hubugan bilateral dengan UE, khsusnya pada era kepemimpinan Joko Widodo. “Sejak Presiden Jokowi mendapat kunjungan Wakil Presiden Uni Eropa, Federica Mogherini tahun lalu, Indonesia dan UE membahas beberapa isu, termasuk perdagangan dan ekonomi,” ujarnya. Selain itu, Presiden juga mengunjungi Parlemen Eropa Martin Schulz di Brussels, Belgia, juga bertemu tiga presiden Uni Eropa. Perjanjian kerjasama dalam berbagai bidang yang telah disepakati antara Indonesia dan UE tahun 2016 lalu, terdiri dari bidang perdagangan, perubahan iklim, lingkungan, energi, pemerintahan yang baik, pariwisata, pendidikan, sains dan teknologi, serta upaya melawan korupsi, terorisme dan kelompok kejahatan.

Page 5 of 10