Tingkatkan Kekayaan Intelektual, Dosen Harus Rajin Meneliti
11/10/2017
article thumbnail

Untuk meningkatkan jumlah kekayaan intelektual (KI), para dosen di perguruan tinggi se-Indonesia harus rajin meneliti. Pasalnya, KI menjadi kunci ketahanan ekonomi sebuah negara maju maupun negera yan [ ... ]


Tingkatkan Daya Saing Bangsa
11/10/2017
article thumbnail

© Mahasiswa Harus Miliki Modal IntelektualGUNA meningkatkan daya saing bangsa, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) harus miliki modal intelektual, baik itu yang dapat dilihat maupun yang tida [ ... ]


Artikel Lainnya

Tingkatkan Daya Saing Bangsa

© Mahasiswa Harus Miliki Modal Intelektual

GUNA meningkatkan daya saing bangsa, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) harus miliki modal intelektual, baik itu yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat. Sebab, dengan dimilikinya modal intelektual, maka seseorang dapat menciptakan inovasi atau temuan yang pada gilirannya akan memberikan nilai bagi perusahaan di level mikro dan kesejahteraan di level makro atau bangsa. Demikian sari pendapat Prof. Dr. Hamidah, SE., M.Si ketika tampil sebagai pembicara tunggal pada Kuliah Umum Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana dengan tema ‘Peningkatan Modal Intelektual untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa Indonesia’ yang dipandu Moderator yang juga Sekretaris Jurusan Pendidikan Ekonomi Yakob Abolladaka, S.Pd, MM di Aula lantai tiga Rektorat Undana Penfui, Kamis (5/10).

Dikatakan, untuk bersaing, tidak hanya pada kepemilikan akta berwujud, tetapi lebih pada inovasi, sistem informasi, pengelolaan organisasi dan sumber daya manusia. Karena itu, Guru Besar Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini meminta agar setiap mahasiswa harus membekali diri dengan pengetahuan dan teknologi. Sebab, jika manusia memanfaatkan seluruh kemampuannya, maka akan menghasilkan kinerja yang luar biasa. Merujuk pada data “Global Talent Competitiveness Index 2017 for Asia Pasifik, maka indeks kompetitif Indonesia kini berada pada urutan 90. Sementara, sebut Prof. Hamidah, negara tetangga, seperti Singapura berada pada posisi dua, Thailand 73 dan Vietnam 86. Ia mengatakan, dengan dimiliki modal intelektual, maka akan mendukung kinerja keuangan perusahaan dan kinerja non keuangan.

Dikatakan, manusia pemilik modal intelektual melalui konsep inovasinya menghasilkan perubahan setiap saat dan akan terus berubah, seperti adanya yahoo, yang merupakan raksasa dunia internet, dunia Retail seperti Gerai Matahari, Ramayana, Carrefour tergantikan oleh Bukalapak, Tokopedia, Shoope dan lainnya. Selain itu, smart up buka toko kelontong yang dahulu memakai modal besar, kini hanya bermodal smarthpone bisa menjadi grosir dengan aplikasi Kudo. Ia mengatakan, modal intelektual kini dirujuk sebagai faktor penyebab sukses yang penting. Karena itu, dalam kajian strategi organisasi dan strategi pembangunan semakin menajdi suatu tumpuan.

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP, Drs. Siprianus S. Garak. M.Si dalam sambutannya menyambut baik kehadiran Prof. Hamidah guna memberi kuliah umum. Dikatakan, kehadiran mahasiswa menjadi bukti adanya kemauan untuk terus maju. Ia mengatakan, setiap orang yang hidup di muka bumi selalu bergelut dengan ekonomi. Karena itu, kuliah umum menjadi penting, agar mahasiswa bisa meningkatkan kemampuan untuk menghadapi persaingan global. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa Undana, khsusnya Jurusan Pendidikan Ekonomi agar bisa melakukan aksi lokal tetapi berpikir global. Dikatakan, Jurusan Pendidikan Ekonomi menjadi yang pertama dari rencana empat seminar nasional yang direncanakan dilakukan oleh FKIP Undana. Untuk itu, ia mengapresiasi adanya seminar nasional tersebut dan berharap agar mahasiswa bisa mengikuti seminar tersebut dengan baik agar bisa mendapat manfaat yang lebih baik bagi masa depan. [rfl/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh