Pesan Perjuangan 3 Pahlawan Nasional Warnai Upacara Bendera 10 November di Undana
10/11/2017
article thumbnail

Jumat 10 November 2017 pukul 07.30, Universitas Nusa Cendana (Undana) memperingati 10 November sebagai hari pahlawan nasional yang ke-72 melalui upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Rektor, Pro [ ... ]


Bahas Pembangunan Daerah Tertinggal
01/11/2017
article thumbnail

Bappenas Gelar Seminar Akhir EKPDBadan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia menggelar seminar akhir Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) “Pembangunan Daerah Tertingga [ ... ]


Artikel Lainnya

Anggaran Minim, Riset Dosen Menurun

Minimnya anggaran untuk riset dan penelitian menjadi alasan utama masih sedikitnya produk penelitian yang dihasilkan para dosen Universitas Nusa Cendana (Undana). Selain itu, tahun 2016 lalu, status Lembaga Penelitian (Lemlit) Undana turun status dari Utama menjadi Madya, karena kurangnya hasil penelitian dosen yang dipublikasikan melalui jurnal nasional maupun internasional, ungkap Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D saat menyampaikan materi di Workshop Metodologi Penelitian dan Review Proposal Tahun 2017 di ruang lantai dua Lembaga Penelitian Undana Penfui, Senin (14/8).

“Jadi keterlibatan para dosen Undana dalam penelitian dalam kurun waktu 2017 ini minim berdasarkan proposal yang disetujui untuk didanai dan dosen yang terlibat penelitian turun, disebabkan minimnya anggaran penelitian,” katanya.

Prof. Fred Benu menambahkan, penguatan penelitian merupakan salah satu langkah yang harus ditempuh perguruan tinggi untuk menggeser kecenderungan kebijakan peningkatan akses ke peningkatan mutu. Pelaksanaan penelitian harus bermutu dan dapat diukur, karena penelitian itu adalah jantung perguruan tinggi.

Rektor, Fred Benu pada kesempatan itu sangat menyayangkan hasil penelitian dosen Undana di berbagai bidang sedikit saja yang terpublikasikan ke masyarakat luas. Karena itu ia meminta pada dosen Undana harus berpikir lebih jauh lagi dalam melakukan penelitian yakni hasil karyanya agar dapat digunakan oleh masyarakat banyak.

Di awal Januari 2017, Kemenristek, Prof.Mohammad Nasir telah mengeluarkan regulasi, agar para guru besar wajib setiap tahun satu kali saja mengeluarkan publikasi. Para Lektor Kepala dua tahun sekali. Jadi tahun 2017, diharapkan bisa ada 18.000 publikasi. Dengan terbitnya regulasi ini, diharapkan guru besar/professor lebih konsentrasi meneliti, begitu juga dengan para Lektor Kepala. [ds/rfl/ovan]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh